JPPOS.ID - Medan - Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo TD Pardede, menilai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan pada Triwulan I 2026 masih belum maksimal. Hingga pertengahan April 2026, PAD baru terealisasi sebesar Rp757,46 miliar atau 19,91 persen dari target Rp3,64 triliun.
Menurut Salomo, capaian tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi membuat target PAD hingga akhir tahun tidak tercapai apabila tidak diikuti upaya optimalisasi penerimaan daerah.
"Kalau kita proyeksikan sampai Triwulan IV, capaian ini berpotensi tidak mencapai target," ujar Salomo, Kamis (16/4/2026).
Ia menilai pertumbuhan sektor usaha di Kota Medan seharusnya mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD. Karena itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) didorong memperkuat pendataan dan pengawasan terhadap wajib pajak serta menutup potensi kebocoran penerimaan.
Salomo juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian penerapan tarif pajak pada sektor hiburan. Menurutnya, masih ada pelaku usaha yang diduga menggunakan skema pajak restoran sebesar 10 persen, padahal semestinya dikenakan tarif pajak hiburan sebesar 40 persen.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai capaian PAD saat ini masih tergolong baik, namun tetap perlu ditingkatkan. Dalam rapat tersebut, ia juga meminta Bapenda segera mengidentifikasi wajib pajak yang menunggak. (JPP/RT)