Peristiwa

Hutan Lubuk Gaung Siak Kecil Punah, "Canon" Raja Ilog Kebal Hukum Fisika Kecil Habiskan Hutan

JP
JPP Riau
3 menit baca
Hutan Lubuk Gaung Siak Kecil Punah, "Canon" Raja Ilog Kebal Hukum Fisika Kecil Habiskan Hutan
Bagikan WA X FB

Riau –  Di tengah semangat Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, yang gencar mengampanyekan pelestarian lingkungan lewat pendekatan Green Policing, faktanya di lapangan terjadi kejahatan lingkungan yang masif dan bikin darah mendidih.

 Praktek pembalakan liar (Ilog) menjamur tak terkendali di wilayah Kecamatan Bandar Jaya, tepatnya di kawasan Hutan Lubuk Gaung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis. Hutan lindung ini nyaris PUNAH digunduli habis-habisan, dan diduga kuat ada "tangan dingin" aparat yang memproteksi pelakunya!
 
Hal ini diungkapkan langsung oleh warga Desa Bandar Jaya yang meminta identitasnya disamarkan, inisial P. Dengan nada gemetar campur geram, ia membongkar fakta pahit yang selama ini berusaha ditutup-tutupi.
 
"Praktek Ilog ini sudah lama berjalan dan terang benderang. Rasanya ada yang membekingi dari kalangan aparat. Makanya Hutan Lubuk Gaung ini bisa sampai punah digaruk habis oleh mereka," ungkap P kepada awak media, Rabu (14/5/2026).
 
Warga menunjuk satu sosok yang disebut-sebut sebagai "Pemain Utama" alias dalang di balik kehancuran hutan ini. Sosok itu adalah Canon, warga asal Sungai Linau. Menurut P, Canon ini bukan orang sembarangan. Ia digambarkan "KEBAL HUKUM", tak punya rasa takut sedikit pun, dan bergerak sangat lancar tanpa hambatan berarti.
 
"Canon ini pemain utamanya. Dia orang Sungai Linau. Dia kebal hukum! Dia berani habiskan hutan ini sampai gundul karena merasa aman dan terlindungi," tegas P menuduh.
 
Modus operandi mereka sangat masif dan terorganisir rapi. Penebangan liar ini mencapai puncaknya saat masa liburan Idul Fitri lalu. Ribuan kubik kayu hasil curian dari hutan negara itu tak disimpan, melainkan langsung dikirim keluar daerah. Sasaran utamanya: Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
 
Volume pengiriman sungguh fantastis! Setiap malamnya, tak kurang dari 7 hingga 10 unit mobil truk besar melaju membawa kayu olahan hasil jarahan itu keluar dari Bengkalis. Konvoi kayu gelap ini lewat begitu saja, seolah jalan tol, tanpa ada razia atau pemeriksaan berarti.
 
"Setiap malam ada minimal 7 sampai 10 mobil keluar. Kayunya dijual ke Sumatera Utara. Gencarnya banget pas lebaran lalu. Mereka berani bergerak massif karena yakin aman," beber P.
 
Akibat keserakahan dan kelicikan pelaku yang diduga dibekingi ini, dampak buruknya kini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Hutan yang berfungsi sebagai penyerap air dan penyangga bumi hilang sudah. Akibatnya, banjir besar kerap melanda pemukiman warga.
 
"Sungai Linau, Bandar Jaya, dan sekitarnya sekarang sering kebanjiran parah. Itu semua dampak langsung dari hutan yang digunduli habis oleh Canon dan kroninya," keluh P yang khawatir kondisi ini makin parah jika dibiarkan.
 
Berita ini sontak memicu kemarahan publik. Bagaimana mungkin di bawah kepemimpinan Kapolda yang peduli lingkungan, mafia kayu begitu leluasa beroperasi? Di mana aparat penegak hukum sebenarnya? Apakah benar ada perlindungan?
 
Publik kini menunggu aksi nyata: Apakah Kapolda Riau akan membiarkan Green Policing-nya jadi omong kosong? Atau segera turun tangan bongkar mafia kayu di Bengkalis, tangkap Canon beserta pelindungnya, dan selamatkan sisa hutan Riau?

Advertisement
JP

Ditulis oleh

JPP Riau

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup