Jppos.id_Nganjuk- Kecamatan Kertosono kembali menggelar pawai budaya/karnaval yang spektakuler dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan pelajar tingkat SMP, dan SMA ikut memeriahkan pawai budaya yang diselenggarakan pada hari Kamis 27 Agustus 2026. Pawai budaya ini mengambil rute start dari jalan protokol banaran melintasi jalan raya hingga finish di jalan protokol kota Kertosono Jl. A. Yani.
Para peserta tampil memulai dengan beragam pakaian unik dan kreatif yang menyuguhkan pertunjukan atraksi seni dan kebudayaan. Salah satunya ada peserta dari SMPN 1 Kertosono yang ikut serta memeriahkan pawai budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

SMPN 1 Kertosono mendapatkan nomer urutan pertama dengan mengikut sertakan 550 peserta dari kelas 7 sampai 9 yang menampilkan berbagai kostum dan pakaian menarik dan penuh karya seni dan makna. SMPN 1 Kertosono dibuka dengan menampilkan Cucuk Lampah dan Atribut Almamater SMPN 1 Kertosono dengan penuh rasa bangga, dilanjutkan dengan menyusul maskot Burung Garuda sebagai lambang Kemerdekaan dan dasar negara kita, yang diiringi pembawa potret resmi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai simbol penghormatan kepada para pemimpin bangsa.
Barisan selanjutnya ada 17 pasukan pembawa bendera Merah Putih yang hadir menggetarkan suasana pawai budaya dan diikuti barisan megah bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika, Kebinekaan Indonesia Carnival". Terdapat juga 72 siswa-siswi yang menggunakan pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia menunjukkan kekayaan ragam dan budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

SMPN 1 Kertosono Juga menampilkan 3 tema divisi budaya, yang pertama yakni divisi budaya dengan tema "Pisowanan Agung Kadipaten Posono Pakuncen" merupakan tradisi pertemuan besar antara pemimpin dengan rakyatnya yang berakar dari tradisi sowan dan penyampaian aspirasi rakyat. Dimeriahkan oleh barisan Cucuk Lampah membawa benner melambangkan persatuan dalam harmoni untuk mewujudkan Kertosono Jaya, dilanjutkan di belakangnya ada barisan santri berjumlah 10 anak dan barisan petinggi Kadipaten Posono Kyai yang memancarkan wibawa kepemimpinan masa lampau yang luhur. Berjalan tegap barisan Prajurit dan Tari maheswara yang gemulai diiringi alunan musik dari mobil sound Tari.

Tema Divisi budaya kedua yakni "Jejak Ketangguhan Nyai Tumenggung Kopek" yang berbaris Cucuk Lampah Prajurit Gandewo yang gagah perkasa menunggang kuda putih. Dilanjutkan dengan pementasan kolosal Perjuangan dan sejarah Pakuncen, Kanjeng Raden Ayu Tumenggung Poerwodiningrat, permaisuri Bupati Kadipaten Posono yang memimpin dengan bijaksana dan sangat mencintai rakyat di wilayah Pakuncen, Patianrowo dan Nganjuk.

Tema Divisi budaya ketiga yakni "Masa Jaya Kadipaten Posono", terdapat barisan maskot dan mobil Nyai Tumenggung Kopek tampil anggun dan menawan. Karnaval Flora, fauna dan potensi Kadipaten yang menampilkan kemakmuran pangan dan kesejahteraan rakyat dengan melimpahnya hasil bumi. Barisan SMPN 1 Kertosono ditutup dengan kesenian Jaranan yang menghidupkan kembali kesenian daerah, yang tampil atraksi megah kesenian tradisional jaranan Kadipaten Posono yang melibatkan 61 murid dengan diiringi dentuman musik menggelar dari mobil sound jaranan.
Pawai Budaya ini diselenggarakan selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 juga dengan tujuan membangkitkan kekreatifan siswa dan untuk mencintai budaya daerah di Indonesia yang beranekaragam.
(Yusak)