JPPOS.ID - Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa penanganan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Medan mengedepankan pendekatan pelayanan, bukan semata pengamanan.
“Perlu digarisbawahi, ini adalah pelayanan. Kita ingin memastikan rekan-rekan buruh dapat menyampaikan aspirasi secara baik dan tertib, serta kondisi Kota Medan tetap kondusif,” ujar Rico, Rabu (29/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang membahas kesiapan pengamanan dan pelayanan publik menjelang May Day.
Rico menjelaskan, rapat tersebut digelar untuk merespons dinamika terkini sekaligus mematangkan sistem pengamanan kota, mengingat May Day menjadi momentum penyampaian aspirasi buruh.
Menurutnya, seluruh unsur Forkopimda telah sepakat bekerja secara solid, mengedepankan pendekatan persuasif, serta merangkul semua pihak guna menjaga stabilitas kota. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat dan buruh berjalan optimal.
Selain itu, Pemko Medan, kata Rico, terus membuka ruang komunikasi dengan serikat pekerja melalui forum tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan buruh. Ia menambahkan, buruh merupakan elemen penting dalam pembangunan ekonomi sehingga perlu dirangkul untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
Sementara itu, dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Hotel Grand City Hall Medan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan sekitar 1.200 peserta dari 41 serikat pekerja telah terkonfirmasi, dengan estimasi total massa mencapai 2.500 orang.
Massa direncanakan berkumpul di sejumlah titik, seperti Masjid Raya dan Istana Maimun, sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan kemacetan, kepolisian menyiapkan pengamanan serta rekayasa lalu lintas di 38 titik zona merah dan 18 titik zona kuning. Upaya preemtif juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan serikat buruh, termasuk memfasilitasi rencana audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara.
Kesimpulan rapat yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan, menyebutkan pengawalan May Day akan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, dengan dialog sebagai prioritas, serta tetap menjamin ruang penyampaian aspirasi dalam suasana tertib dan kondusif. (JPP/RT)