Pemerintahan

Ironi di Seluma! Hampir Tiga Tahun Desa Muara Danau Tak Punya Kantor, Pemda dan DPRD Belum Bergerak

AD
Admin Bengkulu
3 menit baca
Ironi di Seluma! Hampir Tiga Tahun Desa Muara Danau Tak Punya Kantor, Pemda dan DPRD Belum Bergerak
Bagikan WA X FB

JPPOS.ID || BENGKULU SELUMA- SELUMA – Ironi terjadi di Kabupaten Seluma. Hampir tiga tahun sejak kantor Desa Muara Danau, Kecamatan Talo, terbakar pada Agustus 2023, hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan kembali dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma maupun perhatian serius dari DPRD Kabupaten Seluma. Akibatnya, seluruh aktivitas pemerintahan desa masih berlangsung di rumah pribadi Kepala Desa Muara Danau, Darmadi.

Kepala Desa Muara Danau, Darmadi, mengungkapkan, sejak dilantik pada 2023 dirinya belum pernah merasakan bekerja di kantor desa yang layak. Bangunan kantor desa telah terbakar, sementara usulan pembangunan yang berulang kali diajukan belum juga membuahkan hasil.

Advertisement

"Hampir tiga tahun kami berkantor di rumah. Semua pelayanan masyarakat dan aktivitas perangkat desa dilakukan di sini," kata Darmadi, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, proposal pembangunan kantor desa sudah beberapa kali disampaikan melalui pemerintah kecamatan hingga ke Pemerintah Kabupaten Seluma. Proposal juga pernah diberikan langsung kepada anggota DPRD Kabupaten Seluma dari daerah pemilihan setempat. Namun hingga kini belum ada realisasi maupun kepastian kapan kantor desa akan dibangun.

Lebih mengecewakan lagi, kata Darmadi, selama hampir tiga tahun belum pernah ada Bupati Seluma, Wakil Bupati maupun anggota DPRD Kabupaten Seluma yang datang meninjau langsung kondisi kantor desa yang terbakar.

"Kalau memang serius, seharusnya turun langsung melihat kondisi di lapangan. Laporan sudah kami sampaikan berkali-kali, tetapi sampai sekarang belum pernah ada yang datang melihat," ujarnya.

Darmadi mengaku kondisi berkantor di rumah pribadi menimbulkan banyak kendala. Selain mengganggu privasi keluarga, pelayanan kepada masyarakat juga menjadi kurang optimal karena rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal berubah menjadi pusat aktivitas pemerintahan desa.

"Rumah ini tempat keluarga, tetapi setiap hari masyarakat datang mengurus administrasi. Perangkat desa juga bekerja di sini. Semua perlengkapan kantor disimpan di rumah karena memang tidak ada kantor desa," katanya.

Ia memperkirakan bangunan lama sebenarnya masih bisa direhabilitasi dengan anggaran sekitar Rp50 juta. Menurutnya, bagian yang terbakar hanya atap dan rangka kayu, sedangkan lantai serta dinding bangunan masih layak digunakan.

Meski demikian, pemerintah desa belum berani menggunakan Dana Desa untuk memperbaiki kantor tersebut karena khawatir menyalahi ketentuan dan berpotensi menjadi temuan saat pemeriksaan.

"Kami takut kalau nanti saat diaudit justru menjadi masalah. Karena itu kami tidak berani mengambil kebijakan tanpa dasar aturan yang jelas," ungkapnya.

Darmadi berharap Pemkab Seluma bersama DPRD Kabupaten Seluma segera memberikan solusi atas persoalan yang telah berlangsung hampir tiga tahun tersebut. Menurutnya, kantor desa merupakan fasilitas dasar yang sangat dibutuhkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

"Saya berharap Bupati Seluma dan seluruh anggota DPRD membantu membangun kantor desa kami. Jangan hanya menuntut pelayanan cepat, sementara fasilitas untuk bekerja belum tersedia," pungkasnya.

Heno.

AD

Ditulis oleh

Admin Bengkulu

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup