JPPOS.ID | MEDAN — Membangun ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan tak bisa dilakukan sendirian. Melalui kolaborasi lintas sektor, Yayasan Abadi Ikhlas Sejahtera Indonesia Baik (AKSI BAIK) memperkuat langkah nyata: mempertemukan dunia akademik dengan pelaku usaha demi lahirnya UMKM yang unggul, berdaya saing, dan mensejahterakan masyarakat.
Semangat itu diwujudkan dalam Talkshow Bersama UMKM “Sinergi Kampus & UMKM” bertema “Menuju Ekonomi Rakyat yang Naik Kelas, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing”, yang berlangsung Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) bersama 100 pelaku UMKM — bukti nyata komitmen memperluas jejaring kerja sama yang saling menguatkan.

Ekonomi Perempuan: Kunci Ketahanan Keluarga dan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan AKSI BAIK menyoroti peran strategis pemberdayaan ekonomi perempuan. Dukungan tak cukup sebatas bantuan sesaat. Perempuan membutuhkan pendampingan berkelanjutan: peningkatan keterampilan, akses pasar, penguatan jejaring, dan ruang berperan penuh dalam aktivitas ekonomi.
“Perempuan adalah pilar penting ketahanan ekonomi keluarga. Ketika perempuan berdaya, seluruh masyarakat ikut maju.”
Salah satu wujud nyata pendekatan ini adalah pengembangan Kampung Tahu Binjai — bukan sekadar sentra produksi pangan, melainkan ekosistem pemberdayaan masyarakat yang melibatkan perempuan secara luas.
Kampung Tahu Binjai: Potensi Lokal Menuju UMKM Modern
Kampung Tahu Binjai menjadi contoh bagaimana warisan budaya dan ekonomi lokal bisa berkembang naik kelas. Melalui pendampingan Yayasan AKSI BAIK, pengembangan diarahkan pada:
✅ Inovasi produk & standarisasi mutu
✅ Penguatan manajemen usaha & keuangan
✅ Perluasan pemasaran & kemitraan
✅ Penciptaan lapangan kerja baru, khususnya bagi perempuan
Tujuannya jelas: dari produksi tradisional menuju industri kreatif berbasis potensi daerah yang berdaya saing luas.
Kampus & Masyarakat: Sinergi yang Melengkapi
Perguruan tinggi membawa kekuatan riset, inovasi, dan ilmu pengetahuan. Masyarakat dan pelaku UMKM membawa pengalaman lapangan serta kebutuhan nyata. Pertemuan keduanya menghasilkan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoA dengan 100 pelaku UMKM bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal pendampingan menyeluruh, di mana temuan riset kampus langsung diuji dan diterapkan untuk memecahkan tantangan nyata pelaku usaha.

Kolaborasi untuk Ekonomi Rakyat yang Lebih Kuat
Dari Kampung Tahu Binjai hingga pemberdayaan perempuan, semua saling terhubung. Yayasan AKSI BAIK membuktikan bahwa tak perlu memulai hal besar dari nol — potensi yang sudah tumbuh di masyarakat cukup dikembangkan dengan kolaborasi, inovasi, dan kesungguhan.
Ke depan, sinergi ini diharapkan meluas melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas lainnya. Lahir lebih banyak UMKM tangguh, perempuan mandiri, dan potensi lokal yang diangkat ke tingkat yang lebih tinggi.
“Dari perempuan yang berdaya, UMKM yang naik kelas, hingga Kampung Tahu Binjai yang berkembang — kolaborasi menjadi jalan membangun ekonomi rakyat.”
📋 DATA KEGIATAN
- Nama: Talkshow “Sinergi Kampus & UMKM”
- Tema: Menuju Ekonomi Rakyat yang Naik Kelas, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing
- Rangkaian: Talkshow & Penandatanganan MoA dengan 100 Pelaku UMKM
- Tanggal: 27 Agustus 2026 | Waktu: 09.00 WIB
- Tempat: Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)
- Peserta: Yayasan AKSI BAIK, akademisi, pelaku UMKM, mitra kerja sama, pemangku kepentingan.(Red)
Sumber : Yayasan Aksi Baik