Pendidikan

Disdik Nganjuk Instruksikan Sekolah buang metode MPLS yang Intimidatif

JP
JPP Jawa Timur
2 menit baca
Disdik Nganjuk Instruksikan Sekolah buang metode MPLS yang Intimidatif
Bagikan WA X FB

Jppos.id_Nganjuk- Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah tegas untuk merevolusi masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan (MPLS). 

 

Advertisement

Pemerintah daerah berkomitmen penuh menghadirkan masa orientasi yang ramah anak, edukasi, aman dan bersih dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Beliau menegaskan bahwa momen ini bukan sekedar formalitas melainkan batu pijakan penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan integritas sejak hari pertama siswa melangkah ke sekolah baru. 

 

"MPLS ramah anak merupakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan. Dengan suasana belajar yang konduktif peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari sisi akademi maupun karakter", ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto. 

 

Sebaliknya sekolah wajib menerapkan pendekatan yang humoris agar siswa baru merasa diterima dan dihargai. Fokus utama kegiatan ini digeser pada pengenalan budaya sekolah yang positif, penguatan karakter dasar, serta penggalian potensi unik yang dimiliki oleh setiap siswa. Selain fokus pada aspek psikologis sekolah-sekolah di Nganjuk juga didorong untuk meningkatkan standar keamanan lingkungan. 

 

" Mari kita wujudkan masa depan pendidikan yang ramah dan berkarakter. Bersama-sama kita ciptakan Sekolah yang aman dan menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk belajar serta meraih cita-cita. Metode pembelajaran selama MPLS wajib dikemas secara inovatif dan inklusif, termasuk menyediakan fasilitas yang ramah bagi siswa penyandang disabilitas". Ujar Puguh Harnoto

 

Untuk memastikan program ini berjalan sesuai rencana dan tidak kecolongan oleh praktek tersebut. Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi berkala dan membuka mekanisme umpan balik langsung dari para siswa dan orang tua. Sinergis antara pemerintah, sekolah dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi unggulan yang tidak hanya berprestasi di atas kertas tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter baik dan kepedulian sosial yang kuat untuk masa depan bangsa. 

 

(Sudar)

JP

Ditulis oleh

JPP Jawa Timur

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup