Hukum dan Kriminal

Pria Tewas Diduga Diamuk Massa di Asahan, Keluarga: “Anak Kami Diperlakukan Tidak Manusiawi”

RE
Redaksi JPPOS
2 menit baca
Pria Tewas Diduga Diamuk Massa di Asahan, Keluarga: “Anak Kami Diperlakukan Tidak Manusiawi”
Bagikan WA X FB

Asahan, 11 September 2026 — JPPOS.ID
 
Dugaan aksi main hakim sendiri berujung maut terjadi di wilayah Air Batu, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan. Seorang pria bernama Habib meninggal dunia setelah diduga diamuk sejumlah warga pada dini hari Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 04.30 WIB.
 
Peristiwa ini bermula ketika korban diduga kedapatan berada di rumah warga dan dicurigai melakukan pencurian. Namun, dugaan tersebut berubah menjadi tragedi berdarah setelah korban meninggal dunia akibat kekerasan yang dialaminya.
 
Korban sempat dilarikan ke RSUD Tanjungbalai untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
 
 
 
Keluarga Terpukul, Lapor ke Polisi
 
Kematian Habib mendatangkan duka mendalam bagi keluarga. Orang tua korban, Adlin dan Waslina, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Mereka tidak terima atas perlakuan kejam yang dialami anak mereka.
 
Dengan suara bergetar diiringi tangis, Waslina, ibu korban, memohon kepada aparat agar mengusut tuntas kasus ini:
 
"Anak saya diperlakukan seperti binatang, Pak. Diikat, dipukul, diinjak, bahkan tubuhnya dibakar pakai api rokok. Anak saya itu manusia. Kalau pun dia berbuat salah, tidak pantas disiksa dan dibunuh dengan sadis seperti itu."
 
Ia menegaskan, polisi tidak boleh sekadar melakukan pemeriksaan biasa, tetapi harus mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan memastikan pelaku dijerat hukum.
 
Sementara itu, Zubair, adik korban, turut menyuarakan keinginan keluarga:
 
"Kami memohon polisi segera menangkap mereka yang bertindak keji terhadap abang saya. Kami tidak menginginkan balas dendam, kami hanya ingin keadilan ditegakkan."
 
 
 
Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam
 
Kasus ini kini ditangani resmi oleh Polsek Simpang Empat di bawah pimpinan Kapolsek Simpang Empat, AKP Dian Putra. Unit Reskrim telah menerima laporan keluarga korban dan mulai melakukan langkah penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian.
 
Penyidik berencana menggelar gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya berdasarkan fakta dan alat bukti yang terkumpul.
 
Masyarakat dan keluarga korban berharap pihak kepolisian dapat mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara transparan. Termasuk memastikan apakah ada unsur pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.
 
Kini, keluarga hanya menunggu proses hukum berjalan. Mereka berpesan: kematian Habib jangan dibiarkan berlalu begitu saja. Setiap orang yang terbukti terlibat, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum yang berlaku.
 
(Sarwoedi)

Advertisement
RE

Ditulis oleh

Redaksi JPPOS

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup