Hukum dan Kriminal

Kades Talang Giring Bantah Belikan Tanah 2 Hektare untuk Wanita yang Diisukan Selingkuhan

AD
Admin Bengkulu
2 menit baca
Kades Talang Giring Bantah Belikan Tanah 2 Hektare untuk Wanita yang Diisukan Selingkuhan
Bagikan WA X FB

JPPOS.ID || BENGKULU SELUMA SELUMA – Kepala Desa Talang Giring, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Bagus Santoso, membantah tudingan dirinya membelikan tanah seluas dua hektare untuk seorang wanita yang diisukan memiliki hubungan spesial dengannya.

Bagus menegaskan, dirinya tidak pernah membeli tanah untuk perempuan tersebut seperti yang ramai diperbincangkan.

Advertisement

“Tidak ada pemberian iPhone 15, uang puluhan juta, maupun tanah dua hektare seperti yang dituduhkan,” ujar Bagus kepada JPPOS, Jum'at petang (29/5/2026).

Terkait adanya surat jual beli tanah yang sempat beredar, Bagus mengakui dirinya memang pernah menandatangani dokumen tersebut. Namun, ia menegaskan hanya membantu proses administrasi jual beli tanah dan tidak mengetahui detail lokasi tanah dimaksud.

“Perihal surat tanah itu memang benar. Tapi saya cuma menandatangani dan memberi cap jual beli. Penjual tanah itu orang Pagar Alam dan saya juga tidak kenal,” katanya.

Menurut Bagus, saat itu perempuan yang diisukan sebagai selingkuhannya sempat membuat status WhatsApp mencari tanah. Karena itu, dirinya membantu mencarikan informasi tanah.

“Jadi tidak benar kalau dikatakan saya membelikan tanah untuk perempuan itu,” tegasnya.

Selain itu, Bagus juga membantah isu perselingkuhan yang menyeret namanya. Ia menjelaskan, perempuan yang sempat terlihat bersamanya di dalam mobil hanya seorang teman.

“Waktu itu saya cuma minta ditemani mengambil mobil saya yang rusak di bengkel,” ujarnya.

Bagus juga menyebut percakapan WhatsApp yang beredar hanyalah candaan biasa dan tidak seperti yang dituduhkan.

Ia menambahkan, persoalan pribadi tersebut sebenarnya telah lama selesai dan sudah diketahui pihak keluarga, termasuk orang tua dan mertuanya.

“Dan perlu ditegaskan, peristiwa itu terjadi saat saya belum menjadi kepala desa. Itu sudah lama,” ungkap Bagus.

Selain menepis isu perselingkuhan, Bagus juga membantah dugaan korupsi Dana Desa yang ikut menyeret namanya. Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar.

Disamping itu Bagus juga sangat menyayangkan atas pemberitaan itu, sebab hal itu merupakan data pribadinya.

", Terkait berita yang sempat viral yang menyebar luas di media sosial perbincangan chat di WhatsApp semua itu sudah terjadi  saat saya masih kepala dusun sebelum saya jadi kepala desa, dan permasalahan itu sudah selesai, namun saya juga heran kenapa hal ini tersebar luas, saya rasa disini ada oknum yang sengaja ingin menjatuh Marwah saya dengan keluarga saya," Ungkap bagus dengan nada kesal.

Heno

AD

Ditulis oleh

Admin Bengkulu

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup