HUMBANG HASUNDUTAN — Tim Penilai Internal Mabes Polri melaksanakan verifikasi lapangan (verlap) dalam rangka penilaian pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di Polres Humbang Hasundutan, Senin (12/10/2026).
Tim penilai dipimpin Kombes Pol Azhar Nugroho, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Penata Tingkat I Akhmad Syarifuddin, serta tim pendamping dari Biro Rena Polda Sumatera Utara yang diwakili Ipda Ahmad Syafrizal. Kedatangan tim disambut langsung oleh Kabagren Polres Humbahas AKP Hasian Parhusip, S.H., bersama pejabat utama Polres Humbahas lainnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan di Aula D.P. Silitonga Polres Humbahas mengenai berbagai program, inovasi, dan langkah pembenahan yang telah dilakukan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemaparan mencakup standar pelayanan, penyederhanaan prosedur, sarana prasarana, serta berbagai terobosan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kepolisian.
Selanjutnya, tim meninjau langsung fasilitas pelayanan publik guna memastikan kesesuaian antara program yang dipaparkan dengan pelaksanaan di lapangan, mencakup pemeriksaan standar pelayanan, keterbukaan informasi, persyaratan, kepastian waktu penyelesaian, hingga ketersediaan sarana pendukung.
Salah satu fokus utama adalah Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Sarja Arya Racana yang memadukan layanan SIM, SKCK, serta penerimaan laporan dan pengaduan dalam satu atap. Gedung ini juga dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, pojok baca, ruang laktasi, dan area bermain anak demi kenyamanan masyarakat.
Dalam verifikasi, tim memberikan catatan dan masukan terkait aspek yang perlu disempurnakan, baik kelengkapan administrasi maupun sarana pendukung, sebagai bahan evaluasi berkelanjutan.
Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho, S.H., S.I.K., melalui Kabagren AKP Hasian Parhusip, S.H., menyambut positif kegiatan tersebut. "Verifikasi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sejauh mana pelayanan kami telah berjalan sesuai standar. Setiap masukan akan kami jadikan bahan perbaikan ke depan," ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan Zona Integritas bukan sekadar mengejar predikat WBK, melainkan mewujudkan perubahan nyata melalui peningkatan profesionalisme personel serta pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan bebas dari korupsi. "Komitmen kami bukan hanya meraih predikat, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan pelayanan kepolisian yang lebih baik," tambahnya.