POLRI

Press Conference " Pembunuhan dan Perbuatan Cabul ," Dipimpin Langsung AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan S.I.K., M.I.K,Kapolres Seluma

AD
Admin Bengkulu
3 menit baca
Press Conference " Pembunuhan dan Perbuatan Cabul ," Dipimpin Langsung AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan S.I.K., M.I.K,Kapolres Seluma
Bagikan WA X FB

JPPOS.ID || BENGKULU SELUMA - Pelaksanaan press Conference yang dilaksanakan 11 September 2026 yang dilaksanakan di Mako polres Seluma yang dipimpin langsung Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan S.I.K ,M.I.K dalam penjelasan ada dua perkara diantaranya pertikaian dua petani kopi yang menyebabkan timbul korban jiwa dan perkara perbuatan cabul terhadap penderita disabilitas.

Pertikaian 2 petani kopi yang ada di desa Padang capo ulu kecamatan Lubuk Sandi kabupaten Seluma yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, pertikaian ini melibatkan dua pelaku, Muryadi (tersangka) sementara Karnadi menjadi korban meninggal dunia 9 September 2026.

Advertisement

Kronologi terjadi pertikaian bermula dari persoalan upah ojek kopi yang belum di terima kedua pelaku, semula saudara Karnadi yang ingin menanyakan kebenarannya upah dengan saudara Muriadi dengan cara mendatangi pondok muryadi yang tidak jauh dari pondok karnadi

", Gimana cerita upah ojek kita ," tanya Karnadi.

Namun Muryadi menjawab," Baiknya tanyakan langsung aja ke Almiin, sebab Almiin lah yang meminta untuk mengantarkan kopi ke warung yang ada di desa," balas Muryadi.

Kemudian Karnadi menjawab ", Kaba baelah yang nanyokah nyo, aku ido lemak, pikirkanlah kami jugo," ucap Karnadi dengan bahasa dusun.

Namun dalam perbincangan antara Karnadi dengan Muriadi ini ternyata sempat cekcok mulut dan memicu salah paham, sehingga terjadilah  pertikaian yang mengakibatkan meninggalnya saudara Karnadi.

Dalam pertikaian ini berawal saudara Karnadi sempat memegang parang yang terselip dipinggang Karnadi, namun merasa terancam Muriadi juga gak mau kalah dengan gerak cepat Muriadi langsung membacokan parangnya ke arah Karnadi dan mengenai kepala Karnadi.

Tak hanya sampai disitu Muriadi juga kembali membacokan parangnya dan kembali mengenai leher Karnadi, namun Muriadi kemudian sadar atas perbuatannya telah melukai Karnadi ia melihat Karnadi sempoyongan dan terjatuh Muryadi menghentikan pertikaian dan kemudian ia pergi meninggalkan Karnadi yang sudah jatuh ke pondok Ibit yang masih ponakan Muryadi.

Setelah pertikaian berdarah ini Muryadi langsung pulang ke kota Bengkulu, 

Tak berapa lama Muskani mendapat telepon dari Alfian mengatakan bahwa Karnadi (Korban) telah meninggal dunia tanpa menjelaskan apa penyebabnya, dengan didampingi Muskani keluarga Muryadi menyerahkan diri kepolda Polda, kemudian pelapor menemui istri korban Ninut selanjutnya pelapor dan keluarga mencari mobil ambulan untuk mengevakuasi jenazah dari pondok untuk segera dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Bengkulu.

Saat itu juga tim Reskrim Polda mengecek tempat kejadian perkara TKP ke lokasi, sehubungan tempat kejadian perkara TKP berada di wilayah hukum polres Seluma, pihak Reskrim Polda menyerahkan berkas perkara untuk ditindak lanjuti dan dilimpahkan ke pihak Reskrim polres Seluma.

AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan gg, M.i.k, M.I.K Kapolres Seluma juga menerangkan prihal status Muryadi dalam ", press Conference" 

", Dari hasil pemeriksaan saksi - saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahwa didapatkan keterangan dan alat bukti bahwa diduga telah terjadi dugaan Pembunuhan Subsider Penganiayaan Berat Yang Mengakibatkan Kematian di Bukit Jenggi tepatnya di Desa Muara Capo Ulu Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma yang dilakukan oleh Muryadi Bin Muhammad Ali Napia (Alm), yang saat ini berkas perkaranya akan dilengkapi oleh Penyidik/Penyidik Pembantu Sat Reskrim Polres Seluma dan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri seluma untuk dilakukan penelitian, selanjutnya Penyidik menunggu berkas dinyatakan P21." Terang Bonar Kapolres Seluma.

Heno.

 

 

 

 

 

 

AD

Ditulis oleh

Admin Bengkulu

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup