Jppos.id_NGANJUK, Pelaksanaan progam revitalisasi Sekolah Dasar Negeri 3 Lengkong di Kabupaten Nganjuk menuai banyak sorotan tajam. Proyek yang di biayai APBN 2026 dengan nilai miliaran rupiah itu diduga di kerjakan asal-asalan dan mengabaikan standar keselamatan kerja sesuai aturan.
Dari hasil pantauan di lapangan selama tiga kali kunjungan, di temukan sejumlah kejanggalan yang terjadi di pembangunan tersebut. Material kayu untuk atap sekolah jelek tidak sesuai standar, kondisi kayu pun terlihat masih basah dan melengkung.

Saat di lakukan kunjungan dalam tiga kali dihari yang berbeda, tidak di dapati mandor maupun pengawas dilapangan. Pekerja bekerja tanpa pengawasan, lebih disayangkan lagi para pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan tidak memakai helm proyek. Mereka bekerja hanya memakai topi biasa, padahal sedang mengerjakan atap dan pengecoran yang berisiko tinggi. Ini jelas sudah melanggar aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kontruksi. Proyek dengan nilai besar tersebut juga tidak dilengkapi mesin molen (mixer beton), pengadukan semen, pasir dan koral dilakulan secara manual. Padahal untuk mutu beton yang baik, juknis mewajibkan pengadukan menggunakan molen agar campuran homogen. Kondisi ini membuat khawatir kualitas bangunan revitalisasi tidak akan bertahan lama dan membahayakan anak-anak maupun guru pengajar.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekoalah SDN 3 Lengkong tidak membantah adanya temuan tersebut. Kepala Sekolah memberikan peryataan. "iya,nanti akan dibenahi dan akan diganti", ujar Kepala Sekolah SDN 3 Lengkong saat dikonfirmasi awak media. Jawaban tersebut tidak menjelaskan secara detail kapan akan diganti. Pihak pelaksana P2SP juga sulit ditemui untuk dikonfirmasi. Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dan pihak terkait juga belum berhasil dikonfirmasi terkait pengawasan proyek revitalisasi tersebut.
Padahal sesuai juknis Kemendikdasmen, proyek revitalisasi dengan sistem swakelola wajib diawasi oleh Komite Pembangunan Satuan Pendidikan, mandor yang ditunjuk, dan pengawasan dari dinas. Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Nganjuk langsung mengecek SDN 3 Lengkong Untuk memastikan material sesuai spesifikasi SNI dan pekerjaan sesuai prosedur K3, agar dana revitalisasi dari negara sebesar ratusan juta hingga miliaran rupiah tersebut tidak sia-sia.
(Tim)