JPPOS.ID. PALU – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini dituntut tidak hanya mahal dalam pelayanan publik, tetapi juga harus cerdas secara finansial. Hal ini ditekankan guna membentengi para abdi negara dari jeratan aktivitas keuangan ilegal yang kian marak, seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga judi online.
Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Sulawesi Tengah melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Zubair, M.Si, saat membuka acara Sosialisasi, Literasi, dan Edukasi Keuangan bagi ASN di Gedung Pogombo, Rabu (21/1/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Zubair menyampaikan bahwa kemampuan beradaptasi dengan ekonomi digital adalah sebuah keharusan. ASN yang cerdas finansial diharapkan mampu menjadi filter bagi dirinya sendiri dan keluarga dalam membedakan praktik keuangan legal dan ilegal.
”ASN yang cerdas finansial dapat membedakan mana praktik finansial yang ilegal dan yang legal. Ilmu ini jangan disimpan sendiri, ASN harus menjadi corong edukasi bagi masyarakat luas agar tidak ada lagi warga kita yang terjebak investasi bodong,” tegas Zubair di hadapan ratusan peserta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Sulawesi Mandiri. Komisaris BPR Sulawesi Mandiri, Bambang Prawito, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan awal dari kolaborasi panjang dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan visi “Sulteng Nambaso”.
”Kami berkomitmen menjadi mitra perbankan lokal yang mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Kami berharap silaturahmi ini terus berkelanjutan,” ujar Bambang.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam acara tersebut BPR Sulawesi Mandiri juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) secara simbolis kepada Dinas Lingkungan Hidup berupa sarana bak sampah organik.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat strategis, di antaranya: Drs. Abdul Raaf Malik, M.Si (Kepala Biro Perekonomian) Sepry Marenden (Direktur Utama BPR Sulawesi Mandiri) Ferdinan Chandra R.R (Direktur BPR Sulawesi Mandiri) Serta perwakilan dari BKD, BPKAD, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulteng.
Dengan adanya edukasi ini, diharapkan ASN Sulawesi Tengah dapat mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan menjadi motor penggerak ekonomi yang sehat di tengah tantangan digitalisasi global.
(FL)







