Medan, 12 Juni 2026 – ADA Research Centre bekerja sama dengan Kolej Komuniti Arau, Perlis, Malaysia, serta Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Sumatera Utara menggelar kegiatan International Community Service bertema pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Bank Sampah Induk New Normal, Jalan Setiabudi, Medan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR) dan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan akademisi, dosen, mahasiswa, serta perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang sistematis, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.
Direktur ADA Research Centre, Dr. Suginam, S.E., M.Ak., mengatakan bahwa persoalan sampah dan lingkungan merupakan isu global yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
“Melalui kegiatan pengabdian internasional ini, kami berharap terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Direktur Kolej Komuniti Arau, Perlis, Malaysia, Tuan Haji Risnizam bin Kamis, menyampaikan bahwa kerja sama lintas negara menjadi sarana efektif untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan.
“Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Pengelolaan sampah yang baik memerlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat. Selain berbagi pengalaman dari Malaysia, kami juga belajar dari praktik yang telah diterapkan di Indonesia,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pemilahan sampah dari sumber, pengurangan penggunaan bahan sekali pakai, daur ulang, serta strategi membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua PUSPA Sumut, Badriyah, S.Sos., M.SP., menegaskan bahwa isu lingkungan juga memiliki keterkaitan erat dengan perlindungan perempuan dan anak.
“Buruknya pengelolaan sampah dan sanitasi berdampak besar terhadap perempuan dan anak. Karena itu, pelibatan perempuan sebagai agen perubahan serta perlindungan anak harus menjadi bagian penting dalam setiap upaya pelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Selain sesi edukasi dan diskusi, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman antara peserta dari Indonesia dan Malaysia dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di tingkat masyarakat.
Melalui program ini, ADA Research Centre, Kolej Komuniti Arau, dan Forum PUSPA Sumut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna memperluas manfaat bagi masyarakat serta menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kesejahteraan generasi mendatang.