Kebudayaan

Wujud Syukur Warga Desa Perning Lestarikan Tradisi Nyadran Sedekah Bumi Dengan Gunungan Hasil Bumi

JP
JPP Jawa Timur
3 menit baca
Wujud Syukur Warga Desa Perning Lestarikan Tradisi Nyadran Sedekah Bumi Dengan Gunungan Hasil Bumi
Bagikan WA X FB

Nganjuk_Jppos.id-Ratusan warga desa Perning kecamatan Jatikalen, kabupaten Nganjuk kembali menggelar tradisi Nyadran Sedekah Bumi. Ritual tahunan yang diselenggarakan secara turun-temurun ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal leluhur di tengah arus modernisasi. Kegiatan yang memadukan kesakralan spiritual dan kemeriahan budaya ini berhasil menimbulkan antusiasme ribuan warga setempat mulai dari anak-anak sampai dewasa.

 

Advertisement

Sejak pagi buta, warga terlihat antusias menyiapkan gunungan hasil bumi yang disusun dari berbagai hasil pertanian dan kebutuhan masyarakat, seperti semangka, pepaya, nanas, terong, jagung, cabai, sayuran, serta aneka hasil panen lainnya.​ Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah dan keberkahan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Warga desa Perning tampak antusias mengikuti arak-arakan gunungan hasil bumi itu sebelum berhenti di tempat nyadran, dan akhirnya diperebutkan sebagai bentuk keberkahan. Acara Nyadran Sedekah Bumi ini merupakan bentuk ucapan syukur atas melimpah nya hasil bumi yang rutin diadakan setiap tahunnya, antusias warga sangat tinggi terbukti dengan mengumpulkannya iuran sukarela untuk menyambut nyadran dan berhasil mengadakan pagelaran tayup. 

 

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Perning Azhari, Bapak Camat, Kapolsek Jatikalen, Babinsa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara. 

 

Kepala Desa Perning , Bapak Azhari menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas budaya, melainkan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan rezeki yang diterima masyarakat. "Nyadran Sedekah Bumi merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus melestarikan budaya leluhur. Kami terus berupaya menjaga tradisi ini agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya," jelasnya.

 

Sementara itu Panitia Nyadran juga menyampaikan sambutannya, dia tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya atas suksesnya agenda besar tersebut. Ia Menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerawuhannya , Bapak Camat, Kapolsek Jatikalen, Babinsa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga kepada seluruh elemen masyarakat Desa Perning Kecamatan Jatikalen yang guyup rukun berpartisipasi dalam nguri-nguri budaya dari nenek moyang, bahwa ke depannya desa Perning terus diberikan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. 

 

Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Tradisi Sedekah Bumi Desa Perning menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya, rasa syukur, dan persatuan masyarakat masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.

 

 

​Sebagai penutup acara Nyadran Sedekah Bumi ini diakhiri dengan doa bersama dan tradisi “rebutan berkat” dari Gunungan Hasil Bumi yang disiapkan. Tradisi rebutan ini dipercaya masyarakat setempat dapat membawa berkah melimpah bagi sektor pertanian serta kesejahteraan hidup warga selama setahun ke depan. 

(Sudar)

JP

Ditulis oleh

JPP Jawa Timur

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup