JPPOS ID || BENGKULU SELUMA- - Bertahun tahun jembatan Aiak Paungan mulai dari papan yang patah bahkan ada yang lapok temakan usia, namun yang lebih mengkhawatirkan lagi papan atau kulit kayu bekas gesekan warga yang memang sengaja dipasang untuk menutupi jembatan tersebut banyak yang patah akibat bekas lintasan kendaraan baik roda empat ataupun roda dua.
Melihat warga yang akan melintas terasa miris, kalaupun berboncengan bagi roda dua penumpang belakang terpaksa turun, miris... tiap susunan papan juga banyak yang patah bahkan ada beberapa titik sudah membentuk lubang sehingga pelintas harus berhati-hati saat diatas jembatan.
Untuk melintasi jembatan ini rasa cemas dan was was menjadi satu apalagi tinggi jembatan ini cukup lumayan tinggi apalagi dibawa jembatan Aiak Paungan ini adalah batu batu sungai yang besar, rasa khawatirnya warga terlihat pasrah sebab untuk menuju desa Cawang kecamatan Lubuk Sandi kabupaten Seluma provinsi Bengkulu ini tidak ada jalan alternatif lain.
Keseharian jembatan Aiak Paungan ini tidak pernah sepi, sebab jembatan ini satu satunya akses jalan yang menghubungkan antara desa Arang sapat dengan desa Cawang kecamatan Lubuk Sandi kabupaten Seluma provinsi Bengkulu apalagi banyak juga warga desa Arang sapat bahkan Dusun Tengah juga seputaran desa kecamatan Lubuk Sandi yang memiliki kebun di daerah Cawang, dan mereka selalu aktif melintas jembatan Aiak Paungan yang bikin merinding saat melaluinya.
Mirisnya lagi kalau sampai jembatan ini rusak bahkan putus sudah pasti akses bahkan aktivitas warga akan lumpuh.
", Kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah apa itu pemerintah kabupaten ataupun pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat kami sangat mengharapkan sekali perbaikan untuk jembatan Aiak Paungan ini", Ucap Wenra kepala desa Cawang saat di wawancara Jum'at 12 Juni 2026.
Kalau melihat kondisinya yang sangat mengkhawatirkan sangat jauh dari kata selamat mengingat bahan meterial jembatan yang terbuat dari kulit papan sudah banyak yang patah bahkan membentuk lubang besar, setiap melintas resiko kecelakaan sudah menunggu bagi pengguna jembatan.
Wenra sangat mengkhawatirkan warganya bahkan warga lain yang kadang sekedar ingin berkunjung kedesa Cawang.
", Lambat Laun jembatan yang terbuat dari kulit kayu ini, tidak menutup kemungkinan akan semakin parah bahkan kalau sampai tidak segera diperbaiki saya khawatir akan menelan korban jiwa," ucap Wenra lagi.
Wenra kepala desa Cawang sudah pasrah dan putus asa gak tau lagi harus ngadu kemana.
", Kalau soal permintaan dan proposal saya rasa sudah selalu kami ajukan, baik kecamatan kabupaten bahkan propinsi semua sudah kami coba namun sampai kini gak juga kunjung diperbaiki," ucap Wenra lagi.
Memang untuk tahun 2024 dua tahun yang lewat ada bupati Seluma yang turun langsung meninjau jembatan Aiak Paungan.
", Dua tahun yang lalu memang sempat juga ada bupati Seluma yang turun meninjau langsung melihat kondisi jembatan, namun nyatanya sampai kini belom juga kunjung diperbaiki," hela Wenra setengah kesal .
Bahkan salah satu pelajar yang melintas yang berhasil diwawancarai awak media jppos menerangkan.
", Au pak, memang jalan kami cak inilah Jak dulu dan dari hari kehari selalu kami lalui, kalau soal takut ya takut sih pak, cuma mau cak mano lagii itua nasib kami yang tinggal dipedalaman," ucap Ardita pelajar SMP yang melintas.
Namun begitu Ardita juga meminta pada pemerintah untuk memperhatikan jembatan yang kesehariannya jadi akses utama.
", Kami sangat mengharapkan sedikit perhatian dari pemerintah terutama pemerintahan kabupaten dalam hal ini bapak Bupati Teddy Rahman untuk segera memperbaiki jembatan dan jalan kami yang menuju desa Cawang, tolong pikirkan kami melihat jembatan Aiak Paungan ini sangat rusak parah, soalnya pernah saja kawan yang lain bahkan saya sendiri pernah terjatuh, namun belum sampai jatuh kebawa jembatan cuma batas jembatan sebab kayunya yang belari saat keinjak ban motor ," ucap Ardita lagi penuh harap.
Heno.