Jppos.id | Bengkulu Seluma -- Pemerintah Desa Kunduran, Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama Tahun Anggaran 2026 kepada 10 keluarga penerima manfaat (KPM), Selasa, 19 Mei 2026.
Penyaluran dilakukan sekaligus untuk empat bulan, yakni periode Januari, Februari, Maret, dan April 2026. Masing-masing KPM menerima Rp300 ribu per bulan atau total Rp1,2 juta per orang.
Kepala Desa Kunduran, Polian Bakhtiar mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan agenda pra pembangunan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
“Acara pra pembangunan Dana DD dan pembagian BLT Desa Kunduran Tahun Anggaran 2026,” kata Polian Bakhtiar.
Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Kunduran dan dihadiri perwakilan Kecamatan Seluma Timur yang diwakili Sekretaris Camat, Babinsa, BPD, pendamping kecamatan, serta pendamping desa.
Polian berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu masyarakat penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi warga kurang mampu dan masuk kategori miskin ekstrem.
Ia juga berpesan agar bantuan tersebut digunakan dengan bijak karena belum ada kepastian apakah program serupa masih akan diterima pada tahun berikutnya.
“Gunakanlah sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari. Kita juga tidak tahu apakah tahun depan masih dapat lagi atau tidak,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan Permendesa PDT Nomor 16 Tahun 2025, besaran BLT Dana Desa tahun 2026 ditetapkan maksimal Rp300 ribu per bulan untuk setiap KPM. Penetapan penerima bantuan wajib melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan mengacu pada data pemerintah pusat serta kondisi riil di desa.
Prioritas penerima BLT DD meliputi warga miskin ekstrem, lansia miskin, penyandang disabilitas, warga dengan penyakit menahun, serta keluarga rentan yang kehilangan mata pencaharian.
Untuk alokasi anggaran BLT DD tahun 2026, pemerintah tidak lagi menetapkan persentase tunggal dari total Dana Desa seperti tahun-tahun sebelumnya. Besaran anggaran disesuaikan dengan hasil Musdes dan jumlah warga miskin ekstrem di masing-masing desa.
Heno.