Daerah

Dugaan Isu Mafia BBM di Labusel Dibantah: Tempat Usaha yang Disebut Sudah Tidak Beroperasi Hampir Tiga Bulan

RE
Redaksi JPPOS
3 menit baca
Dugaan Isu Mafia BBM di Labusel Dibantah: Tempat Usaha yang Disebut Sudah Tidak Beroperasi Hampir Tiga Bulan
Bagikan WA X FB

JPPOS.ID | LABUHANBATU SELATAN — 24 Agustus 2026 — Pemberitaan terkait dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mendapat bantahan tegas dari salah satu pihak yang disebut-sebut terlibat. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan fitnah.
 
WD (31), salah satu pengelola tempat usaha yang disorot dalam pemberitaan sebelumnya, membantah adanya aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi sebagaimana tudingan yang beredar. Ia menjelaskan bahwa tempat usahanya sudah tidak beroperasi selama kurang lebih tiga bulan.
 
“Tempat ini sudah tidak beroperasi lagi hampir tiga bulan. Kini kami hanya melayani para pengemudi yang singgah untuk makan dan beristirahat, tidak ada aktivitas penjualan maupun penimbunan BBM seperti yang ditudingkan,” ungkap WD saat ditemui awak media di lokasi, Senin (24/8/2026).
 
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kondisi tempat usaha tersebut tampak tidak beroperasi dan terlihat sudah lama tidak digunakan. Beberapa jerigen kosong terlihat berserakan di area tersebut, namun tidak ditemukan tanda-tanda aktivitas penimbunan maupun penyaluran BBM.
 
WD menegaskan bahwa kondisi tempat yang sudah berhenti beroperasi ini perlu menjadi pertimbangan penting dalam menilai kebenaran informasi yang beredar. Ia berharap setiap pemberitaan didasarkan pada fakta yang terverifikasi agar tidak merugikan pihak yang tidak bersalah.
 
Sementara itu, warga lain yang tinggal tidak jauh dari lokasi dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan juga memberikan keterangan serupa. “Dulu memang pernah ada aktivitas seperti itu di wilayah ini, tetapi sudah tidak ada lagi sejak harga minyak naik. Apalagi sekarang pengawasan dari pihak kepolisian semakin ketat,” ujar warga tersebut.
 
Sebelumnya, beredar pemberitaan yang menuding adanya praktik mafia BBM bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Labuhanbatu Selatan. Pemberitaan tersebut juga menyebutkan dugaan penggunaan pelat nomor palsu, barcode ganda, hingga modifikasi tangki kendaraan untuk mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah besar.
 
Perlu ditegaskan bahwa tudingan-tudingan tersebut merupakan klaim yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut berdasarkan fakta dan hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum tertentu maupun dugaan pembiaran sebagaimana disebut dalam pemberitaan sebelumnya.
 
Sesuai dengan prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik, pemberitaan ini disajikan untuk menyampaikan klarifikasi yang diterima, dan tidak dimaksudkan untuk membenarkan maupun menyalahkan pihak tertentu. Setiap dugaan pelanggaran hukum semestinya dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan yang objektif serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Hasil pantauan awak media serta keterangan WD bahwa tempat usaha telah berhenti beroperasi selama hampir tiga bulan menjadi informasi penting yang perlu diklarifikasi secara menyeluruh agar pemberitaan mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak menimbulkan kesimpulan sepihak maupun merugikan nama baik pihak yang tidak terlibat.
 
Dengan demikian, tudingan mengenai adanya aktivitas mafia BBM bersubsidi maupun keterlibatan pihak-pihak tertentu masih memerlukan verifikasi silang dan keterangan resmi dari seluruh pihak terkait sebelum dapat dinyatakan sebagai sebuah fakta yang terbukti.
 
 
 
✍️ Tim Penulis: Tim Investigasi Redaksi JPPOS.ID
📅 Tanggal Terbit: 24 Agustus 2026
📍 Lokasi: Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Advertisement
RE

Ditulis oleh

Redaksi JPPOS

Rekomendasi Untuk Anda Sponsored

Cari Berita

Tekan Enter untuk mencari atau Escape untuk menutup