BUMDES Tenangan Jaya Melaksanakan Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani
JPPOS. ID || BENGKULU SELUMA – Bumdes Tenangan Jaya Desa Tenangan Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu melaksanakan program ketahanan Pangan Nabati dan Hewani, adapun program ini yang bersumber dari Dana Desa dianggaran tahun 2025.
Adapun kegiatan ketahanan pangan ini ada dibagi jadi, untuk nabati BUMDES Tenangan Jaya melaksanakan penanaman jagung, sementara yang hewani pengembang biakan ternak kambing.
Dengan anggaran penanaman jagung Rp 25.790.000, untuk jagung diperkirakan akhir bulan Febuari kita bisa memetik.
” Untuk penanaman jagung ini memang kami laksanakan pada tanggal 20 November 2025 dan diperkirakan akhir Pebruari 2026 ini insyaallah kita akan lakukan panen bersama” ungkap Peri selaku ketua BUMDES Tenangan Jaya.
Penanaman jagung ini diperkirakan akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun mengingat anggarannya juga cukup lumayan.
“, Untuk mengejar hasil penanaman jagung ini kami akan semaksimal mungkin, mengingat ini juga program pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tutur peri kembali.
Adapun kegiatan pengembang biakan ternak, ini dilakukan dengan indukan kambing etawa.
“, Untuk kegiatan Hewani kami coba pengembang biakan indukan kambing jenis etawa, untuk jumlah sementara 38 ekor indukan 3 ekor lagi khusus pejantan”, ucap peri.
Kalau masalah anggaran buat pengembangan biak ini diperkirakan sekitar Rp 132.817.000.
“, Adapun buat anggaran Hewani ini menelan 132.817.000, semua dengan rincian 70.300.000 pembelian 38 ekor indukan, ditambah 5.850.000 untuk 3 ekor yang bakal jantan, sementara untuk ,” imbuh peri lagi.
Adapun untuk kandang diperkirakan 55.967.000.
“, Untuk anggaran 55.967.000 ini bukan semata mata bukan hanya untuk kandang, namun itu sudah termasuk Harian Orang Kerja pembuatan kandang dan upah ngarit berikut juga bahan material kandang kambing dan upah kebersihan kandang.” jelas peri lagi.
Adapun proses pembelian kambing ini semua sudah melalui proses karantina dari pengadaan barang selama 14 hari dan melibatkan petugas dokter hewan.
“, Demi keselamatan kambing memang sebelum sampai ke tangan kami, pihak pengadaan barang sudah melakukan karantina Selama 14 hari, dan setelah kami terima juga kami panggil dokter hewan untuk melakukan penyuntikan “, ucap peri.
Sejak diterimanya kambing memang ada kendala, dan pihak BUMDES juga masih berkordinasi pihak dokter hewan.
“, Sampai hari ini sejak kami terima kambing 29 Desember 2025 sampai dengan 27 Pebruari 2026 terhitung kami juga terus berkoordinasi dengan pihak dokter hewan, sebab ada beberapa kambing nya mengalami kematian dan sampai saat ini kami terus berusaha dan berkordinasi pihak dokter hewan lagi untuk menyelamatkan kambing yang ada,” ucap peri sembari merasa heran atas kematian kambing bumdes .
Kalau kematian kambing diduga akibat perubahan iklim, sehingga kambing mengalami kembung, dengan gejala demam dan filek juga karna pergantian cuaca atau suhu ruang selama masa karantina,” ucap peri sembari memberikan penjelasan dari pihak dokter hewan.
Heno.






