oleh

Tim Gabungan Polres Ketapang Berhasil Amankan Dua Buah Kapal Diduga Membawa Peralatan Pembuatan Bom Rakitan

JPPOS.ID | KETAPANG – Diduga akan menangkap ikan secara illegal, dua buah kapal nelayan beserta tujuh orang warga di lokasi Steigher (Pelabuhan Kecil) Jalan Tengkawang, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diamankan petugas tim gabungan Polsek Delta Pawan, Polsek Benua Kayong, Satuan Polairud serta Tim dari PSDKP Ketapang, pada Minggu (2/5/2021), sekitar Pukul 17.30 WIB.

Dua kapal beserta tujuh warga berhasil diamankan tim gabungan yang diduga membawa sejumlah peralatan dan bahan pembuatan yang akan digunakan sebagai alat menangkap ikan secara Ilegal menggunakan bom ikan.

Menurut Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono pengamanan terhadap 2 kapal nelayan, serta 7 warga yang saat berada di lokasi Steigher tadi dalam upaya pencegahan terhadap kejahatan di wilayah perairan Ketapang, lantaran diduga akan melakukan penangkapan ikan secara illegal.

Kapolres menyebut, adapun barang bukti yang diamankan dari kedua kapal nelayan tersebut yakni, 3 karung 50 kg Pupuk merk Cantik (Calcium Ammonium Nitrate), 3 karung Botol kecap kosong, 2 ken solar, 1 kotak korek api kayu, 55 batang pipa alumunium, 3 buah kacamata selam, tali yang diduga sumbu, 1 kantong dempol, 2 buah batu pemberat, 1 buah kompresor Merk Super Shape Air Compressors L Series yang bisa dipergunakan untuk kurang lebih 8-10 orang menyelam.

Selain itu ada juga ditemukan 2 buah selang untuk menyelam yang melekat di kompressor dengan panjang kurang lebih 20 meter, 1 buah ikat pinggang untuk pemberat saat menyelam yang terbuat dari timah sebagai pemberat, serta 3 buah serok ikan,” tambah Wuryantono Senin (3/5/2021).

Ia melanjutkan, adapun Nakhoda sekaligus pemilik kapal yang diamanakan berinisial MA alias M, dan SD alias (S)

Sedangkan untuk ABK nya dari kedua kapal tadi yang diamankan yakni Y alias YD, T alias TN dan S alias ST. Untuk oknum warga pemilik bahan yang kita amankan benisial H alias HI, serta kurir pembeli bahan berinisial S alias SY,” terang Wuryantono.

Selanjutnya Wuryantono mengatakan, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut saat ini kesemua barang bukti telah diamankan di Markas Satpolair Ketapang.

Ia menegaskan, “Jika terbukti, maka para pelaku diancam dengan Undang-Undang (UU) darurat nomor 12 tahun 2001 tentang senjata api atau bahan peledak, atau pasal 85 UU nomor 45 tahun 2009, perubahan UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar,” terangnya.(*)

Konsep-2a Konsep-2a

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed