oleh

Operasi Pekat Kapuas 2021, Polda Kalbar Berhasil Membongkar Praktik Perjudian Dan Ratusan Klip Narkoba “Terkenal” Kampong Beting Pontianak

JPPOS.ID | PONTIANAK – Polda Kalimantan Barat Gelar Operasi Penyakit Masyarakat (PEKAT) Kapuas 2021, Bongkar Praktik Perjudian dan Narkoba di Kampung Beting, di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, minggu 11 april 2021. Di lokasi tersebut, tim gabungan Polda Kalbar menyita sejumlah mesin dan perangkat judi ketangkasan hingga ratusan plastik klip sabu.

Operasi dipimpin langsung Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes Luthfie Sulistiawan dalam ”Operasi Pekat Kapuas 2021” mengatakan razia besar-besaran tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut program “Polri Persisi” Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas kejahatan jalanan dan penyakit masyarakat yang meresahkan. Operasi digelar pada 29 Maret s/d 11 April 2021 (14 Hari).

Pada Operasi Pekat Kapuas 2021 adalah operasi penegakan hukum terhadap pelaku prostitusi, kegiatan asusila, miras, narkoba, premanisme, perjudian dan penyakit masyarakat lainnya di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat. Saat kita bongkar, ternyata terdapat banyak barang yang diduga narkoba jenis sabu di dalam mesin judi jenis dingdong,’‘ ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Yohanes Hernowo disaat pemusnahan barang bukti hasil operasi Pekat Kapuas 2021, Senin 13 April 2021 Kemarin.

Jajaran Polda Kalbar mengungkap sejumlah kasus di beberapa tempat rawan. Salah satunya, di Kampung Beting, Pontianak Timur, Pontianak, yang sudah beberapa kali terjadi penangkapan narkoba. Atas penggerebekan tersebut, Pangeran Kesultanan Pontianak, Pangeran Sri Negara Syarif Mahmud Alkadrie yang hadir pada proses pemusnahan itu sangat mengapresiasi langkah kepolisian khususnya Polda Kalbar.

Kebetulan Minggu kemarin saya juga hadir. Saya salut dengan Bapak Dirkrimum dan jajaran Tim Polda Kalbar. Selama ini tidak tersentuh beberapa kali ganti Kapolda. Nah saya berikan apresiasi buat Bapak Kapolda, kebetulan di menyambut bulan suci ramahdan ini biar kita bisa salat tarawih dengan aman, tenang,” kata Syarif Mahmud Alkadrie dalam video yang diterima jppos.id melalui Polda Kalbar.

Pihak Keraton Syarif Mahmud Alkadrie mendukung sepenuhnya Polda Kalbar dalam upaya penegakan hukum di Kampung Beting Pontianak Timur yang juga dekat dengan masjid (Jami’) tertua di Pontianak. Syarif Mahmud Alkadrie menyatakan siap pasang badan jika ada yang mengganggu lingkungan serta melakukan hal-hal maksiat.

Berkali – kali saya katakan, kenapa sih kita takut dengan memerangi narkoba ini? Kayak judi dingdong, saya kemarin itu pas ada di tempat juga. Saya pertaruhkan kalau masjid itu sampai diganggu saya pasang badan. Saya dukung Polda Kalbar untuk menindak narkoba di Kampung Beting,” ujarnya.

Senada juga disampaikan oleh Habib Iskandar, tokoh agama Kalbar menyampaikan dirinya siap bersinergi dengan kepolisian dan akan menghimpun para tokoh agama lain serta tokoh masyarakat serta pihak Kesultanan Pontianak untuk memberantas penyakit masyakat di Kota Pontianak.

Belasan tahun kami memberikan pengajian rutin disana (wilayah Beting) dengan ada gerakan ini (penggrebekan) saya sangat sangat mengapresiasi hal itu, sebagai tokoh agama saya akan menghimpun kepada tokoh-tokoh agama yang lain, tokoh masyarakat, dan Kesultanan untuk bersinergi agar penyakit masyarakat ini hilang sehingga generasi muda kedepan terselamatkan,” ucapnya.

Selamat operasi pekat ini, Polda Kalbar berhasil mengamankan 1.467 orang, terdiri dari 452 orang dalam proses penyidikan tindak pidana ringan (tipiring) dan 1.015 orang dibina. Khusus di Kampung Beting, sejumlah barang bukti disita, di antaranya 64 mesin dingdong, 24 unit CPU, 94 unit LCD Monitor, 3 unit LCD (judi tembak ikan), 18 unit keyboard, 133 plastik klip sabu, 2 bilah parang dan sebilah samurai.

Untuk barang bukti sabu ditemukan di dalam mesin judi, Hanya saja, dalam kasus perjudian dan narkoba di Kampung Beting ini, polisi tak berhasil menangkap para pelaku. Sebab, para pelaku sudah melarikan diri ketika polisi melakukan penggerebekan, apabila menemukan pelaku penyakit masyarakat apalagi yang mengarah pada tindak pidana, jangan segan-segan untuk melaporkan kepada Kepolisian,” jelas Kombes Luthfie Sulistiawan dalam keteranganya. (Ty)

Konsep-2a Konsep-2a

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed