Kampung Tahu Binjai Studi Tiru ke Pabrik Tahu Aguan Kabanjahe

Kabanjahe – Puluhan pengusaha tahu yang tergabung dalam Kampung Tahu Binjai melakukan kunjungan studi tiru ke Pabrik Tahu Aguan di Kota Kabanjahe, Sabtu (3/8/2024). Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan para pelaku UMKM tentang teknologi produksi tahu yang lebih modern.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi tahu di Kampung Tahu Binjai, yang selama ini masih mengandalkan proses manual. Sebaliknya, Pabrik Tahu Aguan telah menggunakan sistem mekanisasi mulai dari penggilingan kedelai hingga pencetakan tahu.

“Kami sangat terkesan dengan sistem produksi di Pabrik Tahu Aguan. Mereka sudah menggunakan mesin-mesin modern yang meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas tahu,” ujar Sugiani, Ketua Kampung Tahu Binjai.

Rombongan peserta studi tiru didampingi Dr. Hastuti Olivia, SE., M.Ak, selaku penasehat Kampung Tahu Binjai, dan Sugi Hartaty, SE, penasehat sekaligus Ketua Yayasan Aksi Baik Kota Binjai, yang memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan UMKM ini.

“Studi tiru seperti ini sangat penting untuk transfer knowledge antar pelaku usaha. Kampung Tahu Binjai bisa belajar dari best practice yang diterapkan di Pabrik Tahu Aguan,” ungkap Dr. Hastuti Olivia.

Selama kunjungan, para peserta mendapat penjelasan detail mengenai alur produksi tahu menggunakan mesin, mulai dari persiapan bahan baku, penggilingan kedelai, perebusan, penyaringan, hingga pencetakan. Mereka juga berkesempatan melihat langsung proses produksi dan berdiskusi mengenai aspek teknis yang relevan dengan usaha mereka.

Pabrik Tahu Aguan, yang beroperasi dengan sistem semi otomatis, mampu memproduksi tahu dalam jumlah besar dengan kualitas yang konsisten. Hal ini menjadi inspirasi bagi pengusaha Kampung Tahu Binjai untuk mulai bertransisi dari metode manual ke sistem yang lebih modern.

“Ke depannya, kami berharap bisa menerapkan sebagian teknologi yang ada di sini, dimulai dari mesin sederhana dulu, lalu bertahap sesuai kemampuan modal,” kata salah satu peserta.

Sugi Hartaty menegaskan komitmen Yayasan Aksi Baik untuk terus mendampingi Kampung Tahu Binjai.

“Yayasan siap membantu mencari solusi pembiayaan atau hibah untuk pengadaan mesin produksi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Studi tiru ini merupakan kelanjutan dari program pembinaan UMKM yang sebelumnya telah mengadakan pelatihan digital marketing dan manajemen keuangan pada Juli lalu. Program komprehensif ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat di Kampung Tahu Binjai.

Para peserta berkomitmen menggelar evaluasi bersama untuk menentukan langkah konkret penerapan teknologi sesuai kondisi dan kemampuan mereka. Selanjutnya, akan disusun roadmap modernisasi produksi sebagai panduan pengembangan usaha secara berkelanjutan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *